Benjolan di vagina tentunya membuat para wanita panik dan merasa waswas. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kelainan wajar yang tidak berbahaya, infeksi, hingga kanker.
Agar Anda lebih waspada, ada baiknya kenali beberapa penyebab munculnya benjolan di vagina di bawah ini:
Kutil Kelamin
Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Sama seperti virus HSV, virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan air cebok yang terkontaminasi.
Kista di Bibir Vagina
Bibir vagina memiliki beragam jenis kelenjar, seperti kelenjar Bartholin dan Skene. Karena suatu hal, kelenjar ini dapat tersumbat dan terinfeksi, lalu menimbulkan kista.
Kista adalah kantong yang berisi cairan atau nanah, yang umumnya terbentuk karena trauma atau infeksi.
Kista di bibir vagina yang berukuran kecil dan tidak terinfeksi, umumnya tidak menimbulkan gejala dan tidak membutuhkan terapi khusus.
Namun, kista yang terinfeksi dan menimbulkan gejala seperti nyeri dan bengkak perlu ditangani segera.
Kista dari kelenjar Skene lebih jarang terjadi. Namun, jika kelenjar Skene tersumbat, dapat terbentuk kista di bagian atas bibir vagina, dekat saluran kencing, arah jam 1 dan 11.
Kista Bartholin adalah yang paling sering terbentuk di daerah bibir vagina. Letaknya di bagian bawah, arah jam 5 dan 7.
Karena letaknya berdekatan dengan mulut vagina, kista Bartholin lebih sering terinfeksi, terutama jika wanita tersebut mengalami keputihan akibat infeksi bakteri.
Kuman yang sering menyebabkan infeksi kista Bartholin adalah gonore dan klamidia. Bila mengalami benjolan yang nyeri, panas, bengkak hingga membuat Anda sulit berjalan, segeralah berkonsultasi pada dokter.
Kista di Vagina
Kista vagina dapat terbentuk di dinding vagina, biasanya bentuknya sebesar kacang. Penyebab kista vagina yang paling sering adalah trauma ketika melahirkan.
Jadi, jangan heran jika setelah melahirkan bayi, Anda dapat menemukan beberapa benjolan kecil di dinding vagina. Hal tersebut adalah wajar.
Kista di dinding vagina umumnya tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Namun jika terlalu besar, dapat menyebabkan gangguan saat berhubungan intim.
Apabila hal tersebut terjadi, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk rencana terapi.
Sumbatan Kelenjar Lemak
Benjolan di vagina dapat pula disebabkan oleh sumbatan pada kelenjar lemak, yakni ketika terdapat cukup banyak kelenjar lemak di vagina.
Sumbatan kelenjar tersebut akhirnya menimbulkan benjolan kecil berwarna putih kekuningan, yang disebut dengan Fordyce spot.
Meski dapat bertambah seiring dengan usia, benjolan ini tidak berbahaya dan tidak memerlukan terapi.
Kelebihan Kulit
Terkadang, pada bibir vagina terdapat kulit lebih (skin tag) yang dapat menimbulkan benjolan kecil. Hal tersebut tidaklah berbahaya, dan tidak memerlukan terapi.
Namun, apabila Anda terganggu, kulit lebih tersebut dapat dihilangkan dengan operasi kecil.
Herpes Simpleks
Infeksi virus herpes simpleks (HSV) di vagina juga dapat menyebabkan timbulnya benjolan. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual atau air cebok yang terkontaminasi.
Virus akan diam di dalam tubuh, dan akan “terbangun” ketika daya tahan tubuh Anda sedang turun. Karena itu, herpes simpleks dapat kambuh.
Infeksi pertama adalah yang paling berat. Namun, gejalanya akan berkurang dan lebih ringan pada infeksi yang berikutnya.
Gejala awal yang Anda rasakan adalah kesemutan hingga nyeri yang menjalar pada daerah vagina, yang kemudian dapat menyebar hingga ke bokong dan paha.
Setelah itu, akan timbul rasa nyeri di bibir vagina, yang diikuti dengan munculnya lenting-lenting kecil yang nyeri.
Apabila lenting-lenting tersebut banyak jumlahnya, vagina akan bengkak. Selain itu, Anda juga dapat mengalami demam dan menggigil.
Jika Anda mengalami hal tersebut, jangan ragu untuk menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan. Hindari berhubungan intim dengan pasangan karena infeksi ini dapat menular.
![]() |
![]() |